menu melayang

Rabu, 30 November 2022

Apa itu Saham Gorengan

 


Apakah Anda pernah mendengar tentang istilah Saham Gorengan? Dimana harga saham yang satu ini sengaja direkayasa oleh oknum-oknum tertentu. Polemik saham gorengan ini sering kali terjadi dalam dunia investasi, sehingga hal ini bahkan sudah bukan menjadi rahasia umum lagi. Meski begitu, praktek saham gorengan nyatanya hingga saat ini masih sering dilakukan.

Fenomena saham ini sempat menjadi sorotan banyak investor, tidak sedikit dari mereka yang mengklaim telah meraih keuntungan maupun kerugian yang cukup fantastis. Hal ini pun sempat meraih perhatian otoritas berwenang sampai ke presiden RI.

Jadi apa sih saham gorengan yang sebenarnya? Yuk! simak penjelasan berikut ini hingga selesai.

Apa itu Saham Gorengan

Saham gorengan merupakan sebuah saham yang dikelola oleh banyak orang dalam rangka untuk menjaga stabilitas harganya. Umumnya, orang-orang tersebut biasanya adalah orang-orang tajir atau biasa disebut sebagai bandar yang ingin mendapatkan keuntungan besar dari ritel. Sebelumnya kami juga membahas tentang artikel yang berjudul Apa itu pasar modal? Anda bisa membacanya dengan klik link tersebut untuk menambah wawasan anda kedepannya. Mari kita lanjut ke pembahasan.

Sebagai contoh, misalnya Anda sengaja membeli suatu saham dalam jumlah yang cukup besar untuk menaikkan harga perusahaan. Seperti kasus saham gorengan, BUMI. Dimana pada saat itu sempat mencapai harga sebesar Rp 500 per lembar di awal tahun 2017. Akan tetapi coba Anda lihat harganya saat ini. Harga sahamnya saat ini jatuh bahkan dibawah Rp 100.

Tentunya hal ini sangat menyedihkan, mereka yang membeli saham BUMI pada saat harga sedang tinggi sudah dipastikan akan merugi karena tidak dapat menjual saham tersebut melebihi harga sebelumnya. Sehingga dari pada mereka mendapatkan kerugian yang lebih besar lagi, korban saham gorengan tidak punya pilihan lain kecuali harus menjualnya.

Ciri-Ciri Saham Gorengan

1. Grafik Harga Tidak Wajar

Bursa Efek Indonesia (BEI) telah aktif melakukan pengawasan terhadap saham yang bergerak liar selama jangka waktu lebih dari dua hari. Radar otoritas BEI dapat memberikan Anda informasi mengenai ciri-ciri saham gorengan karena adanya aktivitas yang tidak wajar (UMA).

Kondisi tersebut dapat berpotensi mengganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien. Meskipun, tindakan tersebut tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dalam bidang Pasar Modal.

Namun disisi lain, BEI telah menerbitkan aturan ‘Auto Rejection’ untuk memastikan berkaitan dengan batasan penurunan dan kenaikan dari harga suatu efek. Sebagaimana batasan auto rejection yang berlaku saat ini, yaitu sesuai Keputusan Direksi Nomor Kep-00023/BEI/03-2020. 

2. Market Cap

Market cap dari sebuah saham gorengan tidak sampai besaran Rp1 triliun. Hal ini dikarenakan market capnya cukup rendah, sehingga oknum atau bandar jadi lebih mudah untuk mengendalikan harganya.

Adapun salah satu karakteristik dari saham gorengan adalah cenderung gambaran dari perusahaan publik yang paling tidak berkembang, karena berkapitalisasi rendah dan dianggap sebagai investasi paling agresif dan berisiko.

Selain itu sumber daya emitennya terbilang kecil dan relatif terbatas, hal ini berpotensi membuat mereka lebih rentan terhadap penurunan bisnis atau ekonomi. Mereka mungkin juga rentan terhadap persaingan ketat dan karakteristik ketidakpastian pasar.

3. Kinerja Tidak Sebanding Dengan Kenaikan Harga

Salah satu ciri saham gorengan yaitu pergerakan harga saham perusahaan tidak sebanding dengan kinerja keuangannya. Pada waktu-waktu tertentu, pergerakannya tiba-tiba mendadak naik tanpa berfundamental bagus.

Kebanyakan saham perusahaan yang terbilang relatif muda dengan informasi latar belakang yang terbatas. Umumnya, perusahaan ini tidak memiliki rekam jejak yang terbukti mengenai operasi, produk, aset, atau pendapatan. Maka dari itu, berinvestasi pada perusahaan yang semacam itu sangatlah berisiko.

4. Menggambarkan Citra Buruk Perusahaan

Dalam beberapa kasus yang terjadi, pada saat suatu perusahaan memiliki masalah, maka akan cenderung mempengaruhi harga. Sehingga, bandar akan memanfaatkan peluang tersebut dengan menggerakan harga agar aktif dengan modal yang cukup besar.

Perusahaan saham gorengan sering kali mendapatkan keuntungan yang tidak wajar. Oleh karena itu kamu juga harus waspada apabila ada emiten yang langganan di suspend oleh BEI.

5. Likuiditas rendah

Ciri-ciri saham gorengan selanjutya adalah memiliki likuiditas yang rendah. Setiap investor mungkin tidak terus-terusan mampu menjual sahamnya pada waktu yang tepat. Selain itu, likuiditas yang rendah juga menghasilkan volume perdagangan yang rendah. Bahkan, transaksi yang relatif kecil sekalipun dapat menyebabkan perubahan pada harga saham yang besar.

Perlu diketahui, skema pump & dump adalah sebuah trik penipuan perdagangan yang populer untuk memikat para investor supaya membeli saham tersebut. Sebagian besar saham gorengan ini dibeli sejalan dengan kenaikannya.

Jadi, pada saat investor lain terburu-buru membeli saham, disitulah para bandar mulai menjual saham mereka. Sehingga,  pada saat pasar menyadari bahwa tidak ada alasan mendasar untuk kenaikan saham, maka investor pun akan terburu-buru untuk menjual saham tersebut ketika sedang mengalami kerugian besar.

6. Saham Tanpa Pergerakan

Salah satu ciri saham gorengan selanjutnya adalah tidak adanya pergerakan harga, saham lebih cenderung flat dalam jangka waktu panjang. Namun, di beberapa kondisi tiba-tiba naik drastis karena ada pembelian besar-besaran oleh bandar untuk memancing ritel.

7. Harga rendah

Yang terakhir adalah tidak ada pergerakan harga, dan cenderung flat dalam jangka waktu panjang. Sesekali naik drastis karena ada pembelian besar-besaran oleh bandar untuk memancing ritel.

Tips & Trik Menghindari Saham Gorengan

Untuk menghindari kerugian investasi di dunia saham, ada baiknya untuk Anda memahami cara untuk menghindari saham gorengan antara lain :

1. Update Harga Pasar

Saham gorengan merupakan sebuah saham yang biasanya dibeli oleh para investor dalam waktu yang cukup singkat. Dalam investasi ini, Anda akan kesulitan untuk menebak kapan saham tersebut akan naik atau turun. Maka dari itu, Anda harus selalu update pergerakan harga dari saham perusahan yang bersangkutan.

Jika nilai saham mulai turun bebas melebihi batasan atau risiko yang Anda telah Anda tetapkan, maka jangan di tunda-tunda, segeralah pasang strategi. Salah satunya adalah dengan segera cut loss atau menjual rugi saham tersebut.

2. Jangan Langsung Beli Banyak

Jika kita berbicara tentang dunia investasi, mungkin peribahasa “Don’t put your egg in one basket”. Istilah tersebut berarti lebih baik mengalokasikan investasi pada beberapa instrumen atau jenis yang berbeda. Jadi, hindari menginvestasikan semua uang Anda di satu saham.

Sekali lagi, saham gorengan adalah hasil dari permainan bandar. Oleh karena itu, sulit untuk memprediksi nilainya. Pun risikonya jauh lebih tinggi daripada saham biasa. Karena itu, berhati-hatilah pada saham gorengan.

Bagaimana penjelasan diatas? Menarik bukan? Semoga artikel tentang Apa itu Saham Gorengan bisa membantu anda dalam menambah wawasan dan informasi yang anda butuhkan sekian terimakasih.

 

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel